Tuesday, November 22, 2016

Bakmi Mewah Rasa, penyelamat ketika travelling





Sebagai seorang foodie, traveler, food consultant dan juga seorang pemandu gastronomi, tentu saya sering melakukan perjalanan, baik ke dalam maupun luar negeri, kegiatannya macam-macam dari meeting, membawa grup tur gastronomi, menghadiri event kuliner dan wisata sampai melakukan promosi Gastronomi Indonesia di berbagai tempat di Indonesia maupun dunia. Perjalanan ke daerah maupun luar negeri, terutama yang panjang durasinya terkadang  lidah  kita ingin sesuatu yang mengingatkan kita akan rumah, sesuatu yang sudah familiar dan tanpa perlu belajar untuk memahami rasa yang baru, rasa yang terkadang asing untuk lidah kita.

Saat bepergian itu selain yang sudah dijadwalkan, tentu saya berusaha menjelajah daerah yang saya kunjungi, apalagi kalau baru berkunjung sekali ke sana, tentu tidak bisa dilewatkan, kekayaan kuliner dan gastronomi menjadi tujuan utama, icip dan coba berbagai macam makanan, baik yang sudah dikenal maupun yang sama sekali baru, memang berbau adventurous, khususnya untuk lidah kita.
Namun tentu ada kalanya ingin menikmati sesuatu yang akrab di lidah, sesuatu yang membuat nyaman tanpa perlu repot-repot berburu padahal belum pasti mengena di lidah. Di saat-saat seperti ini ingin sesuatu yang enak dan mudah, kualitas restoran nan mewah namun mudah disiapkan dan didapatkan.

Di saat seperti di atas saya sudah punya jalan keluarnya, terkadang memang kalau saat bepergian, sudah lelah, malas keluar hotel bahkan untuk sekedar membeli makanan di resto terdekat. Biasanya saya membawa andalan saya yaitu Bakmi Mewahrasa. Bakmi ini betul-betul semewah bakmi restoran, tekstur bakminya kenyal dan halus seperti bakmi kualitas restoran, lebih lembut, aroma alami dan tidak mudah patah, makanan yang lezat, cepat dan semewah restoran.

Dengan peralatan seadanya (biasanya saya selalu siap tempat makan dan peralatannya) saya bisa siapkan sendiri Bakmi Mewahrasa ini di kamar hotel, hanya dalam tempo di bawah 10 menit, sudah terjadi dengan apik, tentu momen perjalanan menjadi lebih istimewa, sebuah momen yang mewah bersama Bakmi Mewahrasa. Terkadang di Negara-negara asing, banyak bahan makanan, bumbu sampai cemilan baru yang khas, banyak juga yang cocok dipadukan dengan Bakmi Mewahrasa ini, ditaburi nori yang gurih atau kacang yang kriuk-kriuk, makin berselera makannya dan momennya menjadi makin mewah saja. 

Tentu masih ingat kan tekstur bakminya yang kenyal dan pas dengan selera, dipadukan dengan topping ayam jamurnya yang gurihnya pas dan bikin ketagihan, dimasak dengan bumbu kecap asin dan rempah alami lainnya, tanpa bahan pengawet lho, potongannya juga kotak-kota yang konsisten, persis sekali di restoran kenamaan langganan saya.

Selain momen mewah saat perjalanan, terkadang saya juga bereksperimen di rumah, Bakmi Mewahrasa yang memang sudah denak tersebut dibuat makin mewah lagi dengan tambahan bahan-bahan berkualitas yang saya bawa dari perjalanan saya, gorengan kepiting soka, taburan kacang mede panggang atau sambal ala Thailand yang segar pedasnya membuat momen menikmati Bakmi Mewahrasa makin special, makin mewah dengan sentuhan aneka bahan dari seluruh penjuru dunia.



Nah tunggu apa lagi, pastikan teman-teman juga merasakan momen special nan mewah seperti yang sudah saya ceritakan di atas, jangan lupa stok Bakmi Mewahrasa di rumahmu maupun di koper dan ranselmu saat travelling, asik kan kalau sudah lelah menjelajah kota, kita tinggal siapkan saja momen mewah sambil santai di kamar hotel, hemat waktu dan dapat pengalaman mewah yang sudah familiar dengan lidah kita. Dan juga “be adventurous” jangan ragu padu padankan momen mewah Bakmi Mewahrasamu dengan berbagai bahan yang ada , baik selama melakukan perjalanan di dalam dan luar negeri maupun saat menyiapkannya di rumah, momen mewah selalu menanti untuk dinikmati bersama.

                                                                                                                                         
Segera ke mini market terdekat untuk dapat mencicipi kemewahan nusantara ini dan untuk inspirasi dan info detail Bakmi Mewah Rasa bisa diintip di www.bakmimewah.com

Thursday, October 6, 2016

Semewah bakmi restoran



Semewah bakmi restoran

Bakmi, kata ini sangat akrab dengan masyarakat Indonesia, buat banyak orang penganan ini adalah salah satu comfort food, untuk saya pribadi dari kecil saya sudah mengkonsumsi bakmi, dengan berbagai varian. Tapi apa sih sebenarnya arti bakmi itu?. 

Bakmi yang dalam Bahasa Mandarinnya adalah penganan berbahan tepung terigu yang dibawa oleh imigran Fujian dan Hokken ke Nusantara berabad lalu, sesuai namanya, makanan ini adalah mie dengan daging (meat noodle), awalnya memang menggunakan daging babi, namun seiring perkembangan , sekarang lebih banyak yang menyajikannya dengan bahan yang lebih bias dinikmati oleh semua kalangan di Indonesia, terciptalah “bakmi ayam” yang secara penamaan sebenarnya agak lucu, yaitu bakmi daging tapi pakai ayam. Selain mi dan potongan ayam, biasanya bakmi ayam menggunakan aneka bumbu tergantung gayanya, ada yang gaya oriental dengan kecap asin, bawang putih dan daun bawang, ada pula adaptasi local di Indonesia, salah satunya dengan bumbu-bumbu seperti sereh, lengkuas, jahe dan bawang.

Salah satu gagrak atau genre yang popular adalah genre oriental, seperti di restoran Tionghoa, keunikan genre ini adalah kualitas bakminya yang sangat baik, helainya tidak mudah patah, kenyal, halus dan nikmat dimakan, untuk topping ayamnya biasanya berupa potongan ayam yang dimasak dengan kecap asin atau saus tiram, bawang putih serta daun bawang, beberapa menambahkan potongan jamur supaya makin mewah dan sedap.

Namun tentu tidak setiap saat kita bisa pergi menikmati bakmi ala restoran, mau membuat dari awal juga nampaknya begitu banyak step yang harus disiapkan, dari menyiapkan mie sampai topping ayam untuk bisa mendapatkan kemewahan yang setara dengan bakmi restoran.



Kemudian akhirnya saya “berkenalan” dengan sekotak bakmi, kotaknya mewah, namanya juga Bakmi Mewahrasa, saya buka dan lihat isinya. Sepertinya ini adalah bakmi cepat saji di Indonesia, bakmi cepat saji lho bukan mie, ya bakmi cepat saji tentu berarti mi dengan imbuhan ayam/daging, bakmi mewah sendiri adalah bakmi dengan tambahan topping ayam jamur (wah kesukaan saya nih), “bakmi ayam , daging ayam asli, nikmat” begitu tertulis di kemasannya.

Di dalamnya ada satu pack berisi mi, lalu pack foil yang tentu aman dan juga food grade yang berisi topping ayam jamur yang sudah matang, tanpa bahan pengawet lho. Topping ayam jamur matang ini dikemas dengan pengemasan inovatif dan higienis, sehingga dapat bertahan sampai 9 bulan, wah jadi tidak ragu stok yang banyak.  Lalu ada sachet-sachet berisi daun bawang kering, soy sauce (kecap asin), minyak sayur dan saus sambal. Kemudian di bagian samping ada petunjuk pembuatan yang straight forward dan simple. Harus diingat Bakmi Mewah rasa adalah genre mi ayam tanpa kuah, jadi air rebusannya seluruhnya dibuang. Langkanhnya mudah, rebus mie dan daun bawang kering, kemudian tiriskan, buang airnya, lalu aduk rata dengan dengan minyak, kecap asin, tambahkan topping ayam asli dan bubuhi saus sambalnya bila suka, mudah sekali membuat mi ayam yang bakminya setara bakmi restoran.

Setelah siap, wah melihat penampilannya saja sudah senang, terlihat bahwa bakminya semewah bakmi restoran, tekstur bakminya kenyal dan halus seperti bakmi kualitas restoran, lebih lembut, aroma alami dan tidak mudah patah. Kemewahan ini bisa disiapkan sendiri di rumah, di kantor, saat bepergian atau di mana saja, sangat mudah dan cepat sekali, tentu saya harus berterima kasih kepada para chef yang membuat resepnya, tentu resepnya sudah disiapkan sepenuh hati oleh para chef tersebut.

Sebagai pencinta mi ayam sejak kecil, tekstur Bakmi Mewah Rasa ini membuat saya gembira, persis sesuai kesukaan saya, kenyal dan halus. Setelah siap di mangkok aromanya menguar membelai hidung , aromanya beneran bakmi dan menggugah selera saja, kalau memang pecinta mi ayam, tidak ada salahnya bikin langsung dua porsi saja, pasti langsung kenyang , untuk cemilan di kala senggang, ya cukup lah satu porsi saja.



Selain tekstur bakminya yang kenyal dan pas dengan selera, topping ayam jamurnya OK juga, chunks/potongan ayam dan jamur yang dimasak pas dengan bumbu kecap asin dan rempah lainnya, dan yang paling penting, tanpa bahan pengawet, ayam dan jamur matang dipotong sedemikian rupa berbentuk kotak konsisten seperti halnya di restoran ternama. Potongan ayam dan jamur berbumbu alami ini sangat juicy dan nikmat. Satu rahasia lagi kelezatan ayam dalam Bakmi Mewahrasa adalah hanya diambil dari bagian dada mentok yang rendah lemak dan merupakan bagian terbaik dari  ayam.
Hal ini adalah merupakan sebuah kemewahan nusantara yang hadir lebih dekat, tanpa harus memanggil penjual mi ayam atau pergi ke restoran, di bawah 5 menit sudah siap disantap.
Setelah menyantap kotak pertam, kotak kedua dan seterusnya tak terelakkan, habis mudah menyiapkannya sih, rasanya juga OK. Praktis, dapat dinikmati kapan saja dan di mana saja dengan citarasa bakmi restoran, yuk coba kemewahan yang satu ini.

Segera ke mini market terdekat untuk dapat mencicipi kemewahan nusantara ini dan untuk inspirasi dan info detail Bakmi Mewah Rasa bisa diintip di www.bakmimewah.com

Disiapkan oleh : Arie Parikesit – Kelana Rasa Culinary Solutions CEO and Indonesian Food Personality

Sunday, October 18, 2015

LELUNG dan Sate Klathak Pak Mustam, Bantul

Sate Klathak Pak Mustam, Pleret, Bantul 

Saat di Bantul saya ditawari oleh teman-teman TPFB Muhammadiyah Bantuk untuk makan LELUNG aka GULE BALUNG lah Tulang kok di Gule hehehe emangnya makanan Snowy atau Idefix, tapi berhubung dari ceritanya makanan ini menarik dan merakyat banget, ya udah kita segera meluncur ke daerah Plered masih di Kabupaten Bantul.
Sate dan Lelung Kambing Pak Mustam 

        Lokasinya pas di depan Lapangan Kanggotan  , menempati sebuah kios sangat sederhana dengan dua buah meja panjang, mungkin hanya berkapasitas 10-15 orang saja. Pandangan saya langsung tertuju ke onggokan Tulang berwarna kekuningan teronggok disebuah tampah yang menutupi kuali Gule, nahhhh ini Balungnya , bathin saya, muantep nih kayaknya.

 Segeralah kita mesen berbagai masakan untuk rombongan berkekuatan 6 orang yang cukup kelaparan, dari Gule Balung, Gule biasa, Sate Klathak, Sate Kecap , dan Tongseng kita pesen, untuk minumnya cukup teh anget atau es teh tawar saja. Sambil nunggu pesanan, kita sempet lihat beberapa paha kambing di belakang 
yang disiapkan untuk sate, lalu ada satu meja kecil di bagian depan yang disiapkan untuk meja tempat meracik kondimen sate, meja ini penuh dengan tomat, irisan bawang merah dan rawit serta, kecap lokal, serta deretan kondimen siap edar dalam piring kecil.

 Kita juga bisa lihat sate klathak disiapkan dengan tusukan dari jeruji sepeda hanya dibumbui dengan merica putih bubuk, uniknya daging kambing dipotong dengan cara yang agak nyeleneh, bukan pisau yang datang ke daging, tapi pisau dijepit diantara badan dan meja, lalu daging dilewatkan diatas pisau untuk memotongnya.

Gule, balungan dan menyiapkan sate klathak

 LELUNG atau Gule Balung adalah menu pertama yang datang, Balung yang saya lihat sebelumnya di depan sudah di potong2 menjadi segmen2 kecil yang lebih kambingawi, diguyur dengan kuah gule yang warm, rich dan spicy banget. Walau namanya Gule Balung, bukan berarti kita disuruh ngelamuti balung, masih banyak daging di Balung2 itu, empuk dan copot tulang. Setelah itu Sate Klathaknya yang minimalis tanpa bumbu, empuk banget dan karakternya bener2 jujur, karena Cuma dikasih sedikit merica, rasa daging kambingnya 
jadi paling dominan dan kayaknya emang ga butuh apa2 lagi, udah enak bos. 

Gule Balung/tulang kambing 

Sempet nyobain Sate Kambingnya juga, nah ini sate kambing tanpa tusuk, karena dagingnya udah dicopoti dari jeruji sepeda tadi dan diracik dengan bumbu kecap, bawang ,tomat dan taburan merica yang generous, lumayan enak walau belum ngalahin sate klathaknya. Gule Kambing dan Tongsengnya juga warm dan decent banget, kuah Gulenya 
emang juara sih. Di meja disediakan irisan kol dan cabe rawit buat yang ingin nambah crunch dan pedes di sate atau gulenya, Tongseng yang tidak digarnish apa-apa saya kasing potongan tomat dan kol, wah jadi tambah enak.

Budi Santoso dr TPFB Muhammadiyah Bantul asik "ngrokoti" balungan

Setelah hampir menghabiskan menu2 yang dipesan, ada beberapa customer yang kelihatannya warga sekitar langsung ngambil kaki kambing dan dicelupin ke kuah gule  dan langsung dimakan, wehhhh barbar yang culinary oriented banget hahahaha , menurut Budi kalau masyarakat sekitar khususnya kaum pria memang paling suka kaki kambing dicelupin kuah gule kayak gitu. Demi menyelami Local Wisdom, akhirnya saya pesen satu Kaki Kambing celup kuah gule yang langsung disambut dengan ledekan2 dari teman-teman "wah bagus buat laki-laki tuh mas " hehehehe. Saya yang biasanya nggak terlalu suka makan kaki kambing (lebih prefer kaki sapi) harus mengakui Gule Kaki Kambing di tempat ini superb, kuncinya tentu kuah gule yang juara banget itu, akhirnya sore itu ditutup dengan ngelamuti kaki kambing yang kenyil2 itu.

Gule kaki kambing

Sate Pak Mustam
Depan Lapangan Kanggotan, Desa Wonokromo, Kec. Plered Bantul
Buka: Siang-Malam 


Saturday, February 14, 2015

Mengenang banyolan babe lewat sepiring Gabus Pucung



Rumah Makan H. Nasun



            Selain rasa enak yang biasanya selalu dicari oleh pencinta kuliner , bonus rasa kekeluargaan yang sangat tinggi dari si Babe makin membuat rasa pecak maupun pucung yang sudah enak jadi enak skalee

Babe Nasun muda (alm) dan isteri diabadikan pada kaos yang digunakan oleh keponakannya yang sekarang menjalankan kedai Gabus Pucung Babe Nasun
 Pecak bukan Becak, Pucung bukan Pocong



            Pecak dan Pucung mungkin agak asing untuk banyak orang, sebagian teman saya selalu mengeryikan dahi saat saya ajak makan kedua makanan khas betawi itu, “apaan sih tu” biasanya ini yang selalu ditanya. Kuah Pecak sendiri adalah masakan yang seringnya menggunakan bahan dasar ikan tawar khususnya Gurame dan Ikan Mas, pecak sendiri ada beberapa mazhab, ada yang kentel bersantan ada juga yang bening dengan gerusan bumbu-bumbu bakar yang dihaluskan. Pucung sendiri ga banyak dikenal orang tapi kalau dibilang Kluwek nah biasanya pada ngeh, padahal ya sama aje. Kuah Pucung sendiri paling sering menggunakan Ikan Gabus yang sudah mulai susah dicari. Gagrak peak kental biaa ditemukan di daerah Jagakarsa, sedangkan yang lebih encer segar ada di Ciganjur juga Buncit.

Sajian kumplit di RM Babe Nasun, gurame pecak, gabus pucung sop sapi dengan sambal lalap dan tempe goreng , ditemani sebakul nasi
 Si Hitam Pucung dan si Gurih Pecak



            Kedua masakan diatas adalah primadonanya warung ini yang selalu dicari-cari para pelanggan. Gabus Pucung memanfaatkan kelembutan dan kegurihan ikan gabus yang dipadu rasa earthy dan pungent khas dari pucung. Paduan lembut dan garang ini menghasilkan simfoni rasa yang tak terlupakan apalagi di kuahnya selalu berenang-renang beberapa cabe rawit utuh yang siap untuk membuat kuah pucung makin nampar. Kerenyahan Gabus goreng memang pas banget buat disandingin dengan kuah pucung, tapi kalau kurang beruntung Gurame pake kuah pucung boleh juga dicoba.

Pecak gurame juga disajikan seekor utuh
             Jagoan kedua si Pecak Gurame adalah favorit saya di warung ini. Gurame goreng dimandiin kuah pekat yang dibuat dengan cabe, bawang, kemiri, kunyit dan mede goreng. Bahan yang terakhir yang membuat kuahnya begitu wangi, begitu gurih dilidah dan punya tekstur yang khas. Rasa daging gurame yang simple dan gampang menerima flavor dari luar pas banget diguyurin kuah yang pekat dan sangat-sangat-sangat wangi dan gurih, ditambah taburan bawang goreng yang renyah dan wangi.


            Walau perasaan saya lebih berat ke Gurame Pecak bukan berarti Gabus Pucung nggak dilirik, keduanya biasanya dipesan dan dinikmati dengan keanggunan dan kecantikannya masing-masing, pasti nggak nyesel.





Sop tanpa laler



            Menu lain yang bisa kita cobain adalah Sop Dagingnya, sebenarnya saat membuka warung ini pertama kali sop ini yang jadi andalan babe. Lama kelamaan masakan Pucung dan Pecak yang datang belakangan malah lebih ngetop, secara lebih langka dari sop jadi banyak yang lebih memilih kedua masakan berbahan ikan itu. Sopnya sendiri menggunakan potongan-potongan daging yang empukkk banget dipadu dengan aneka sayur yang ga kematengan jadi masih ada kriuk kriuknya. Babe berani jamin di warungnya ga ada laler, saat ditanya kenapa , menurut Babe kuncinya adalah “Sop disini kan ga pake tulang” perlu sedikit berpikir menerjemahkan statement beliau yang kadang-kadang bersayap. Ternyata kalau nggak pake tulang orang jarang yang buang tulang di kolong jadi lalat nggak mau datang ke warung ini.

 
Suasana rumahan Warung Babe Nasun di Jagakarsa

Lenongan dan Tentengan dari Pak Haji



            Selain makanannya yang memang patut dipujikan rasanya ada beberapa hal lain yang membuat pelanggan selalu kembali kesini, dan yang baru pertama kali kesini jadi balik dan balik lagi. Yang pertama, si Pak Haji ini doyan banget ngebanyol mungkin udah beda-beda tipis sama ngelenong. Misalnya dia pernah bikin kaget pelanggan dengan kalimat “Nasi di tempat saya gak dicuci”, saat pelanggan terbengong Pak Haji langsung nambahin “Iyalah, emang mau makan nasi direndem aer, kalau berasnya ya dicuci” atau pernah beliau bilang “Bulan ini saya baru buka dua hari” yang disambut oleh pertanyaan apakah Pak Haji sakit, sambil terkekeh dan nunjuk kalender dijawab begini “Lah kan sekarang baru tanggal 2 ya baru dua hari dong bukanya bulan ini”. Nggak jarang beberapa pelanggan perempuan diajak kawin, tentunya bercanda, pokoknye lenong banget dah.


            Satu lagi yang menunjukkan betapa generousnya Pak Haji adalah hasil bumi dari kebunnya berupa pisang mas, rambutan, papaya, kelapa, nanas dan beberapa macam buah lainnya boleh dikonsumsi gratis sepuas kita. Bahkan kalau kita pulang pasti ditentengin tuh aneka buah, terutama pisang. Biasanya beliau selalu bilang “Bawa dah yang banyak buat yang di rumah” perlakuan yang merata ke semua tamu, mau langganan atau pertama kali makan disitu pukul rata, gimana pelanggan nggak betah coba, di ujung Jakarta juga dijabanin dahhh.

           

Warung Pecak/Pucung Babe Nasun

Jl. Moh. Kahfi II No. 21 Srengseng Sawah, Jakarta Selatan. Telepon (021) 7870016

Buka: 10.00-14.00 (atau sehabisnya, disarankan menelpon dulu)

Gurame Kuah Pecak/Pucung 40,000-55,000 (tergantung ukuran) tersedia gurame utuh

Gabus Kuah Pecak/Pucung 40,000-55,000 (tergantung ukuran)


*Babe Nasun sudah tiada namun kenangan banyolan dan keramahannya masih membekas nyata



+ :

-          Rasanya sangat dipujikan

-          Pak Haji Nasun yang ramah dan doyan ngebanyol, bikin betah

-          Warung yang rustic khas Betawi

- :
- Cuma buka siang aja, dan cepet banget habisnya

Tulisan untuk Pustaka Rumah Seri Kuliner - Betawi

Thursday, February 12, 2015

Kenduri, berbagi kebahagiaan ala orang Betawi


Kenduri atau kendurian sendiri artinya adalah perayaan, yang dirayakan bisa macam-macam hari hari besar agama seperti Idul Fitri, Idul Adha, kelahiran sang jabang bayi, menempati rumah baru, khitanan, kawinan sampai naik pangkat. Tentunya setiap kendurian , aneka makanan-makanan lezat dihidangkan untuk menjamu para tetamu, meja panjang biasanya disiapkan di halaman rumah, pisang raja dan mas digantung per tandan siap dicomot, di meja gelas2 kopi tubruk dan teh manis disiapkan. Piring2 berisi aneka makana kecil mendampingi kopi teh itu , biasanya ada dodol, kue pepe, talam dan lain-lain, tidak lupa gelas2 berisi rokok kretek juga disiapkan.

        Makanan kecil yang disiapkan saat kendurian bervariasi, selain sesuai selera yang punya hajat juga disesuaikan dengan acaranya. Acara kawinan biasanya ada kue-kue lengket kayak dodol, tape uli, talam, wajik dan kue pepe. Untuk acara lebaran lebih banyak kue-kue kering disajikan seperti kembang goyang, akar kelapa, kue putu kering, kue biji kacang, dodol,  wajik, geplak dan bluluk (manisan kolang-kaling merah atau hijau), semua makanan ini bisa bertahan selama beberapa hari, pas untuk silaturahmi Idul Fitri yang kadang-kadang bisa memakan waktu seminggu setelah Lebaran.


            Selain makanan yang harus diperhatikan saat kendurian biasanya adalah berbagai protocol seperti baju apa yang harus dipakai baik oleh tuan rumah dan tetamu, urutan-urutan acaranya , kalau kelahiran bayi misalnya selalu ada pembacaan ayat-ayat suci Al-Quran demi kebaikan sang bayi di masa depan, atau pengajian dan siraman rohani dari pemuka agama saat acara khitanan.


            Untuk makanan utama biasanya disiapkan di bagian belakang rumah dibantu oleh para tetangga, bantuan bisa berupa bahan makanan seperti beras, kelapa, telor atau daging dan bisa juga berupa tenaga untuk memasak, sebuah kegiatan komunal yang begitu mencerminkan kegotongroyongan khas Betawi. Di pojokan halaman belakang disiapkan untuk arena ngaduk dodol dalam kuali-kuali tembaga berukuran super besar, sang dodol harus didayung (diaduk pake kayu berbentuk dayung) selama 7 jam, nggak boleh berhenti biar nggak gosong. Adonan dari tepung beras ketan, gula merah dan santan diaduk bergantian sampai matang, biasanya hanya ada 1-2 orang saja yang mempunyai kuali tembaga di setiap kampungnya. Sang pemilik tentunya dengan senang hati menminjamkan kuali ke para tetangga dan saudara dekat saat ada acara, bonusnya adalah kerak dodol yang tertinggal di kuali yang merupakan hak si pemilik , kerak dodol ini dikenal legit banget.

Setampah nasi begana kumplit buat kendurian Betawi

            Setelah ngaji dan berdoa bersama baru deh makan besar bisa dimulai. Kendurian yang masih traditional biasanya menyiapkan tampah-tampah berukuran besar berisi aneka hidangan. Yang paling ngetop adalah Nasi Kebuli kambing atau ayam lengkap dengan acar dan sambel goreng ati kentang. Kuliner betawi dengan pengaruh timur tengah ini dikonsumsi langsung dari tampah secara beramai-ramai dengan menggunakan tangan (udah cuci tangan tentunya).


Walau Nasi Kebuli udah kayak wajib hukumnya buat suguhan kendurian, Nasi Begana juga sering disajikan, Nasi Putih dengan berbagai lauk seperti urap sayur, perkedel, empal daging dan serundeng jahe. Selain ngirit piring sebenarnya makan ala komunal ini banyak filosofinya, selalin membuat para tetangga dan kerabat makin akrab juga makan jadi lebih enak, kan makan rame-rame lebih enak daripada makan sendiri bukan. Nasi Ulam kumplit dan Nasi Uduk plus perabotannya juga biasa disajikan saat kendurian ini.


Makanan yang nggak habis ga boleh dibuang gitu aja tapi biasanya dibungkus buat keluarga dirumah, jaman dulu sih bungkusannya cukup daun pisang atau besek, sekarang jaman udah modern bungkusan tidak ramah lingkungan malah dipakai, dari box, plastik mika sampai Styrofoam. Diharapkan makanan yang dibawa pulang ini membawa berkah buat keluarga dirumah yang tidak sempat menghadiri kendurian, dari sini nama nasi berkat berasal.

Tulisan untuk Seri Kuliner Pustaka Rumah